Guardiola Kagumi Gelandang Manchester City

Manchester City telah memperpanjang kontrak David Silva. Gelandang asal Spanyol itu sepakat memperpanjang kontraknya bersama Manchester City hingga Juni 2020.

David Silva merupakan pemain idaman pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Pria berusia 31 tahun itu tak tergantikan di line up The Citizen.

Pada musim ini, David Silva telah membuat 14 penampilan Liga Inggris. Sembilan di antaranya bermain selama 90 menit.

Silva juga masih menjadi salah satu pemain kreatif The Citizen. Dia sudah menciptakan 31 peluang di kotak penalti lawan, delapan di antaranya berhasil menjadi gol. “Yang saya suka dari David Silva adalah, sosoknya yang serius dan pemalu. Namun, dia pemain kompetitif dan agresif di liga,” ucap Guardiola di situs resmi Manchester City.

Fisik Kuat

Guardiola melanjutkan, David Silva merupakan pemain spesial. Mantan pemain Valencia itu bisa bermain di segala iklim yang berada di Inggris.

“David Silva sangat cepat bermain di situasi seperti ini, dingin, berangin, dan kondisi sulit. Saya sangat bahagia, semoga kami bisa terus bersama untuk beberapa tahun ke depan,” katanya. “Seperti Yaya (Toure), Vincent (Kompany), Joe Hart, Zaba (Pablo Zabaleta) dan banyak pemain lain, David Silva adalah legenda dan sejarah akan mencatat,” ucap Guardiola.

Guardiola Sudah Lama Kagumi Silva

Pelatih asal Spanyol itu mengatakan, dia sudah lama mengagumi David Silva. Bahkan, Guardiola ingin merekrutnya ke Barcelona dan memainkannya bersama Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

“Ketika saya berkata saya orang beruntung adalah karena saya pernah bersama Xavi, Iniesta dan sekarang Silva. Ketiganya adalah pemain luar biasa,” ujar Guardiola.

“Di tahun pertama atau kedua di Barcelona, Unai Emery, yang sekarang menukangi PSG, saat itu melatih Valencia. Usai pertandingan Emery berkata: ‘David Silva adalah pemain untukmu, untuk Barcelona. Percayalah, dia adalah pemain yang cocok untuk Barcelona’,” katanya mengakhiri.

5 Gelandang Bertahan Terbaik Dunia

Posisi gelandang bertahan sering sekali dianggap sebelah mata. Padahal, peran mereka sangat vital untuk menjadi sosok yang memulai bangun serangan sebuah tim.

Sebenarnya, pemain di posisi ini memberi keseimbangan antara pertahanan dan penyerangan. Zinedine Zidane pernah dibuat murka saat Real Madrid menjual Claude Makelele ke Chelsea 2003 silam.

Kala itu, Zizou sangat kecewa dan menyatakan kalau Real Madrid akan menyesal kehilangan Makelele.

Pada 2017 ini, nama-nama besar menjadi sorotan utama. Para gelandang bertahan ini bahkan sempat menjadi komoditas panas di bursa transfer.

5. Jorginho (Napoli)

Napoli tampil mengesankan sepanjang 2017. Jorginho adalah salah satu sosok kunci Maurizio Sarri. Kemampuan Napoli untuk membangun serangan dari belakang dengan kombinasi passing pendek, serta mempertahankan bola bahkan saat lawan menerapkan pressing tinggi, sosok Jorginho yang disorot.

Pemain asli Italia itu secara rata-rata berhasil melakukan 103,7 umpan sukses per pertandingan liga, tertinggi di Eropa sejauh ini. Catatan itu menjadi salah satu bukti kalau Jorginho merupakan media serangan tim asal Kota Naples itu.

Kemampuannya untuk memecah garis pertahanan dalam sekejap mata bisa dibilang tidak ada duanya. Tanpa Jorginho, Napoli tidak akan bisa mengendalikan tempo permainan seperti saat ini.

4. Fernandinho (Manchester City)

Manchester City telah mendominasi liga Inggris setelah mengumpulkan total 40 poin dari kemungkinan 42, dengan tingkat kemenangan di atas 95 persen. Pada Liga Champions, situasinya bahkan lebih baik dengan tingkat keberhasilan 100 persen, setelah memenangkan semua laga grup sejauh ini.

Fernandinho boleh dibilang di antara tiga pemain terbaik City musim ini, dan sangat mungkin yang paling konsisten. Gelandang asal Brasil itu selalu berada di tim untuk mencegah bahaya, karena rata-rata berhasil lakukan 2,2 tekel dan 1,7 interceptions per pertandingan liga musim ini.

Dalam hal build-up, gelandang Brasil ini telah melakukan 88,7 umpan akurat per pertandingan, yang merupakan yang tertinggi di Liga Inggris. Mantan bintang Shakhtar Donetsk ini juga telah mencetak dua gol dan memberikan dua assist dalam kampanye ini.

3. Sergio Busquets (Barcelona)

Barcelona dan Spanyol telah merasakann kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir. Uniknya, Sergio Busquets selalu menjadi bagian penting dari tim pemenang gelar mereka.

Barcelona telah memiliki awal yang luar biasa musim ini dan sudah unggul empat poin. Busquets boleh dibilang kembali mendapatkan permainan terbaiknya setelah musim lalu yang suram.

Statistik liga Sergio Busquets rata-rata berhasil lakukan 2,5 tekel , 2 interceptions dan umpan sukses lebih dari 90% per laganya.

2. N’Golo Kante (Chelsea)

Selalu ada perdebatan mengenai apakah N’Golo Kante secara teknis merupakan gelandang bertahan atau box to box. Namun, Kante tak pernah lepas dari daftar pemain tengah terbaik di Inggris.

Pengaruh Kante begitu besar bersama Chelsea. Ketika berada di Leicester City dua musim lalu, dia adalah pemain terpenting dan membantu tim memenangkan Liga Inggris.

Musim berikutnya, Kante hijrah ke Chelsea, yang telah berjuang melawan degradasi bersama Jose Mourinho. Dia kemudian membantu mengangkat mereka untuk menjadi juara Inggris.

Dengan 3,5 tekel, 2,3 interceptions, 1,3 umpan kunci dan akurasi operan capai 86,5 persen, Kante telah berhasil mempertahankan statusnya musim ini sebagai salah satu gelandang tengah terbaik dan terlengkap di Eropa. Chelsea harus berterima kasih padanya.

1. Casemiro (Real Madrid)

Tahun 2017 merupakan tahun terbaik bagi Casemiro. Selain menunjukkan kemampuan bertahan dan keseimbangan, dia juga istimewa saat bantu memulai serangan.

Faktanya, Casemiro telah mencetak sepuluh gol dan mengumpulkan tiga assist tahun ini. Keterlibatan 13 golnya sebagian besar datang dalam pertandingan terbesar. Gol terpentingnya adalah melawan Napoli dan Juventus di Liga Champions, FC Barcelona dalam aksi liga dan Manchester United pada final Piala Super Eropa.

Sementara assist-nya tercipta kala melawan Bayern dan Atlético Madrid di Eropa, dan Sevilla pada La Liga. Real Madrid dinobatkan sebagai juara Spanyol dan Eropa pada 2017, dengan kata lain, tim paling sukses di dunia berdasarkan prestasi dan kemenangan yang dimenangkan.

Casemiro, tentu saja, adalah elemen penting dan tak tergantikan pada masa emas itu. Tidak ada gelandang bertahan lainnya yang memiliki tahun yang lebih mengesankan dari pada Casemiro.